UJIAN TEKNOLOGI INFORMATIKA UNTUK BIMBINGAN KONSELING UNNES

Sabtu, 03 Januari 2015

Manfaat TI Dalam Bimbingan dan Konseling

Manfaat TI Dalam Bimbingan dan Konseling

Fungsi dan Peranan Teknologi Informasi dalam Bimbingan Konseling

Fungsi dan Peranan Teknologi Informasi dalam Bimbingan Konseling
1. Fungsi Teknologi Informasi dalam Bimbingan Konseling
Teknologi informasi dalam bimbingan konseling memiliki beberapa fungsi, terutama komputer dan internet. Diantaranya:
1) Mempermudah konselor dalam menyusun, mencari dan juga mengolah data.
2) Menjaga kerahasiaan suatu data, karena dengan teknologi memungkinkan untuk menguncinya dan tidak sembarang orang dapat mengaksesnya.
3) Membantu individu maupun kelompok untuk dapat berkomunikasi dengan lebih mudah dan relatif murah dalam pelaksanaan konseling.
4) Memberikan kesempatan kepada individu untuk berkomunikasi lebih baik dengan menggunakan informasi yang mereka terima tanpa perlu bertemu secara fisik.
5) Menjadikan teknologi informasi sebagai alat dalam suatu program kegiatan, sehingga kegiatan tersebut lebih teratur dan terstruktur.
2. Peranan Teknologi Informasi dalam Bimbingan Konseling
Seperti kita ketahui bahwa saat ini bimbingan konseling belum dikatakan materi, sehingga tidak semua sekolah di Indonesia memberikan jam yang cukup untuk materi bimbingan konseing ini, karena berbagai alasan. Dengan demikian apakah dengan tidak tersedianya waktu yang cukup peran guru bimbingan konseling akan berhasil? Siapapun pasti akan menjawab tidak. Dengan argumen apapun jika waktu yang tersedia tidak cukup atau tidak sesuai seperti yang diharapkan, maka jangan harap apa yang disampaikan bisa mengenai sasarannya. Oleh karena itu peranan teknologi informasi bisa menjawab kekurangan waktu tersebut. Aplikasi teknologi informasi dalam bimbingan konseling adalah memberikan informasi kepada klien tentang apa yang dibutuhkannya. Selain itu, sarana yang diberikan oleh teknologi informasi itu sendiri,  memungkinkan antar pribadi atau kelompok yang satu dengan pribadi atau kelompok lainnya dapat bertukar pikiran. Teknologi informasi pun dapat meningkatkan kinerja dan memungnkinkan berbagai kegiatan untuk dilaksanakan dengan cepat, tepat dan akurat, sehingga pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas kerja konselor itu sendiri.

Penggunaan Teknologi Informasi dalam Bimbingan Konseling (BK)

Penggunaan teknologi informasi khususnya komputer kini sudah menjadi mata pelajaran wajib di sekolah-sekolah, mulai sekolah dasar hingga ke sekolah lanjutan atas dan sekolah kejuruan. Namun demikian yang paling besar pengaruhnya adalah di Perguruan Tinggi, di mana hampir semua perguruan tinggi di Indonesia sudah memanfaatkan teknologi ini dalam perkuliahannya, baik melalui tatap muka maupun secara pnline. Sebagai contoh seorang dosen dalam menyampaikan materinya tidak hanya mengandalkan media konvensional saja, melainkan sudah menggunakan unsur teknologi di dalamnya. Biasanya seorang dosen atau guru di PT tertentu dalam menyampaikan materi kuliah ditampilkan dalam bentuk slide presentasi dengan bantuan komputer. Dengan teknologi ini mahasiswa atau siswa bisa mengikuti matakuliah dengan baik, karena materi yang disampaikan selain mengandung materi yang berbobot juga mengandung unsur multimedia yang bisa menghibur.  Di mana dengan bantuan komputer yang dihubungkan dengan multimedia projector seorang dosen tidak perlu menekan tombol keyboard atau papan ketik melainkan cukup menekan remote control yang dipegangnya.

Sabtu, 20 Desember 2014

Anda bisa mengcopi data atau scrip yang ada di blog gwe 
jika anda berminat silahkan download
JANGAN LUPA COMEN DI CAT BOX
TQTQ KAKAK

Jumat, 19 Desember 2014

ANALISIS SWOT TIK BK
 
A.     Pengertian Analisis SWOT
Analisis SWOT adalah instrumen perencanaan strategis yang lasik. Dengan menggunakan kerangka kerja, kekuatan dan kelemahan serta kesempatan eksternal dan ancaman. Istrumen ini memberikan cara sedrehana untuk memperkirakan cara terbaik untuk melaksanakan sebuah strategi. Instrumen ini menolong para perencana yang bisa dicapai, dan hal-hal apa saja yang perlu diperhtikan oleh mereka.
Keempat faktor itulah yang membentuk akronim SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, dan threats). Proses ini melibatkan penentuan tujuan yang spesifik dari spekulasi bisnis, program/kegiatan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mendukung dan yang tidak dalam mencapai tujuan tersebut.
·         S = Strength, adalah situasi atau kondisi yang merupakan kekuatan dari organisasi atau program pada saat ini.
·         W = Weakness,adalah situasi atau kondisi yang merupakan kelemahan dari organisasi atau program pada saat ini.
·         = Opportunity, adalah situasi atau kondisi yang merupakan peluang di luar organisasi dan memberikan peluang berkembang bagi organisasi di masa depan
·         T = Threat, adalah situasi yang merupakan ancaman bagi organisasi yang datang dari luar organisasi dan dapat mengancam eksistensi organisasi di masa depan.
B.     Faktor – faktor yang Mempengaruhi Analisis SWOT TIK
Faktor internal
Faktor eksternal
Kekuatan (S)
·         Tersedianya teknologi yang modern dan mumpuni baik  Software maupun Hardware
·         Tersedianya anggaran yang dapat digunakan dalam pengembangan Teknologi Komunikasi dan Informasi (TIK)
Kelemahan (W)
· Tidak mempunyai Master Plan yang digunakan sebagai bahan pertimbangan dan pengembangan jangka panjang.
· Perkembangan teknologi dan Informasi yang modern tidak diikuti dengan Sumber Daya Manusia yang  handal dan mumpuni.
Peluang (O)
· Kebutuhan akan masyarakat yang ingin mendapatkan informasi secara cepat dan akurat
· Pelatihan-pelatihan dibidang TIK untuk meningkatkan kenampuan SDM
· Ketersediaan Hardware dan Software yang semakin murah dan mudah didapat
Strategi SO
·    Mengoptimalkan penggunaan Hardaware dan Software dalam pengolahan dan pendistribusian informasi
·     Mengoptimalkan anggaran guna meningkatan kemampuan SDM
Strategi WO
· Meningkatkan kualitas SDM yang ada, sehingga TIK dapat digunakan secara maksimal
· Perekrutan SDM yang mumpuni di bidang TIK
C.    Aplikasi yang dapat Dijalankan dalam SWOT TIK
Aplikasinya adalah bagaimana kekuatan (strengths) mampu mengambil keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities) yang ada, bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mencegah keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities) yang ada, Selanjutnya bagaimana kekuatan (strengths) mampu menghadapi ancaman (threats) yang ada.
            Dan terakhir adalah bagimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mampu membuat ancaman (threats) menjadi nyata atau menciptakan sebuah ancaman baru.
D.    Pendekatan dalam Analisis SWOT TIK
Ada dua macam pendekatan dalam analisis SWOT, yaitu:
1.      Pendekatan Kualitatif
            sebagaimana dikembangkan oleh Kearns menampilkan delapan kotak, yaitu dua paling atas adalah kotak faktor eksternal(Peluang dan Tantangan) sedangkan dua kotak sebelah kiri adalah faktor internal(Kekuatan dan Kelemahan). Empat kotak lainnya merupakan kotak isu-isu strategis yang timbul sebagai hasil titik pertemua antara faktor-faktor internal dan eksternal.
2.         Pendekatan Kuantitatif
            Data SWOT kualitatif di atas dapat dikembangkan secara kuantitaif melaluiperhitungan Analisis SWOT yang dikembangkan oleh Pearce dan Robinson(1998) agar diketahui secara pasti posisi organisasi yang sesungguhnya.
E.     Langkah-Langkah Penerapan Analisis SWOT
1.         Menyiapkan sesi SWOT
SWOT kemungkinan akan menghabiskan waktu 50 - 60 menit. komponen pelayanan yang akan dianalisa matriks SWOT.
2.         Mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan
Semua kekuatan di dalam organisasi (internal). 
Kekuatan bisa berupa, tenaga trampil, gaji, sarana. Setelah selesai menyusun kekuatan internal,  daftarkan kelemahan di dalam organisasi (internal).
3.         Mengidentifikasi kesempatan dan ancaman
Semua kesempatan di luar organisasi (kesempatan ekstern) yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pelayanan atau atasi sebuah masalah. Ini bisa berupa latihan, tenaga baru, peraturan baru dan seterusnya.
buatlah daftar ancaman di luar organisasi (ancaman ekstern) yang dapat menghalangi pemecahan masalah.
4.         Melakukan ranking terhadap kekuatan, kelemahan, ancaman dan peluang
Daftarkan dalam kolom masing-masing: kekuatan, kelemahan, ancaman dan peluang.
Buatlah ranking setiap kolom. Yang perlu dipikirkan adalah pentingnya kesempatan / ancaman dan berapa besar kemungkinan kesempatan / ancaman tersebut memang akan ada. Begitu juga dengan ancaman dan peluang.
5.         Menganalisis kekuatan dan kelemahan
ü  Masukan kekuatan dan kelemahan masuk matriks SWOT.
ü  Kekuatan diisi sesuai ranking , kekuatan yang paling besar di atas, yang kurang besar di bawah disusul dengan kelemahan.
ü  Masukan kesempatan dan ancaman di dalam kolom.
ü  Hubungkan kekuatan dan kelemahan dengan kesempatan dan ancaman.
ü  Kombinasi di mana kekuatan bertemu dengan kesempatan adalah keadaan yang paling positif. Keadaan ini harus dipelihara dengan baik supaya tetap ada.
ü  Kombinasi kelemahan dan ancaman adalah keadaan yang paling negatif dan harus dihindari.
ü  Setiap kombinasi diperiksa ulang kalau memang merupakan jalan keluar untuk mengurangi kelemahan atau ancaman.
Analisis SWOT bukanlah akhir dari proses. Untuk memanfaatkan sepenuhnya alat ini, anda perlu menentukan rencana tindak lanjut. Juga alat ini cenderung berdasarkan pada "pendapat" dan indikator-indikator kualitatif dan belum tentu pada "kenyataan“ .

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Online Project management